Esther Apituley
Sekarang inilah link untuk mendengar gesekan biola alto dari Esther Apituley.
ARTIKEL TERKAIT:
* Pertunjukan Musik Klasik Amsterdam Viola Quartet
Pertunjukan Musik Klasik Amsterdam Viola Quartet
Berasal dari Indonesia
Esther Apituley jago bermain biola Alto dan sudah banyak tampil di dalam dan di luar negeri Belanda. Ternyata ia berdarah Indonesia, lho. Ayahnya berasal dari Saparua, Maluku. Dalam tur kali ini, ia sekaligus mudik ke kampung halaman di Saparua. Kota-kota lain yang akan disinggahi adalah Semarang, Yogyakarta dan Ambon.
Pendobrak Tradisi
Esther Apituley sudah bertahun-tahun bekerja sama membentuk duet dengan pianis Rie Tanaka dan menghasilkan 2 buah CD yang sangat sukses.
Yang menarik dari pertunjukan musik klasik oleh Esther Apituley dan AVQ adalah mereka mencoba mendobrak suasana tradisional, dengan penampilan yang istimewa diantaranya menampilkan keselarasan bunyi bersama seorang penari tap-dance yang sangat mahir, dan bahkan memimpin Jakarta Chamber Orchestra untuk memainkan jam-session tanpa membaca notasi. Dia juga tampil solo di salah satu gubahan, yang dimainkannya dengan sangat cepat, dengan berusaha memecahkan rekor kecepatannya sendiri --di bawah 50 detik. Hebat ya.
Esther seorang pribadi yang menyenangkan dan entertainer sejati. Ia dapat membuat pertunjukan musik klasik tidak terasa kaku melalui komunikasi yang akrab dengan penonton.
Sungguh sebuah pertunjukan yang berkesan.
Sekelumit Biodata
Nah, ini sedikit biodata Esther Apituley yang bersumber dari Buku Program yang diedarkan dalam pertunjukan musik klasik di Usmar Ismail Hall ini.
"Esther Apituley mengambil ujian akhir pada Misha Geller di Conservatorium Amsterdam, dan mengikuti pendidikan pada Hochschule Fur Musik di Berlin. Ia antara lain adalah solois pada Nationaal Ballet Orkest, Noord Hollands Philharmonisch, Metropole orkest dan Radio Kamerorkest. Dalam tahun 2000 ia membawakan program televisi 'Reizeger in Muziek' (Pelancong dalam Musik)
dan menjadi penggagas dari proyek Mikrokosmos. Ia mempunyai sebuah serial konser yang sukses dengan judul 'De Dans van de Altviool' (Tarian Biola Alto) di Felix Meritis, dan tahun ini membawakan tiga buah program biola altonya di
Concertgebouw Amsterdam. Sampai hari ini ia tampil untuk kesempatan-kesempatan khusus di dalam dan di luar negeri Belanda.Pada tahun 2005 dan 2006 ia menghasilkan dua buah CD yang banyak mendapatkan pujian."
Jika ingin mengenal lebih jauh Esther Apituley dapat melihat link berikut ini:
Violent Viola - Esther Apituley
apituley.nl
Link ke album Esther Apituley.
(Bunga)
PS: Foto-fotonya nanti saja menyusul, belum di-upload. Sebab gambarnya juga agak mengecewakan, terlalu kecil karena diambil via hp dan dari tempat duduk paling belakang!
Menyaksikan 'Surya 12 Moto Riders - Power Cross' 2010

Hari Sabtu kemarin, tanggal 30 Januari 2010 aku datang di acara 'SURYA 12 MOTO RIDERS- POWER CROSS CHAMPIONSHIP' di Pantai Carnaval Ancol. Acaranya lumayan seru, ada bazar makanan dan perlengkapan/pernak-pernik motor, musik (Netral dan /rif, malam hari), atraksi motor udara oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Kejuaraannya juga bertaraf internasional, selain dari dalam negeri, ada peserta dari Australia dan Selandia Baru.

Kejuaraan Bertaraf Internasional
Sirkuit yang dipakai untuk pertandingan kali ini dibangun oleh seorang designer asal Australia, yaitu Mr. Adam Thomas Blackwell. Pembalap asing yang juga hadir di acara ini antara lain KIM AZHKENAZI, TRENT PONS, LEWIS WOOD, LARRY BLAIR, dan TROY CARAL dari Australia, RHYSS CARTER dari New Zealand, WATANA KHANLAYA, SAMAT KRISTANDA asal Thailand, MANSON PHILLIP dari Canada, JIMS ROBINSON dan ANDREW CARTER berasal dari Selandia Baru, dll. Pembalap ternama dari Indonesia juga hadir di sini antara lain AEP DADANG dari Bandung, DENNY ORLANDO cah Solo, FARHAN HENDRO crosser DKI Jakarta, YUSUF KURNAWAN dari Jogja serta crosser muda berbakat ALDY LAZARONI dari Jogja.
Pemain Favorit
Acaranya seru. Pertandingan pertama yang kutonton adalah Indonesia melawan pembalap dari luar negeri, satu awan satu.
Aku paling suka menonton babak 125cc Profesional. Karena ada pemain kesukaanku, dia pakai motor nomor 5. Badannya agak gemuk dan megang stirnya masih kurang bagus. Tapi meskipun begitu dia sudah bergaya macam-macam. Nekat sekali. Papaku sih sudah bisa menebak kalau nanti akhirnya dia akan jatuh, ternyata benar. Setelah jatuh, motornya susah dinyalain lagi! Hihihi ... Sayangnya papaku tidak mengabadikan gambarnya.
Hiburan dari PP IMI JAKARTA
Di tengah acara ada orang yang 'terbang' sambil naik parasut lho ... Dia terbang sambil bawa bendera "Surya 12" dan "Axioo". Disebut parasut bermotor karena ada motor di belakang penerjun yang bisa membawanya 'terbang' ke berbagai arah.

Konser Musik
Malamnya ada konser rif/. Asik sekali, ini pengalaman pertama nonton konser band /rif secara langsung, biasanya hanya liat dari tv. Ketika sedang menonton detak jantung terasa setempo dengan suara drum. Tapi senang juga sih. Tak hanya rif/, ada pula Netral, tetapi aku tidak nonton Netral karena sudah terlalu malam.

Di Kualifikasi Kejuaraan Motocross Internasional ini yang mencatat waktu tercepat ialah Kim Ashkenazi dari Australia. (Ade Bunga Putri; foto: Ayahku)
*Sumber tentang kejuaraan : tvOne.*
Bertemu Penulis KKPK
Di JKPCI ini, kami diberikan pencerahan-pencerahan bagaimana cara menulis dan menerbitkan buku. Kata salah satu kakak redaksi Mizan, “Sekarang naskah yang datang ke Penerbit Mizan setiap bulannya banyak sekali—jadi tidak bisa semuanya diterima. Untuk anak yang ditolak naskahnya, jangan berkecil hati, coba kirim lagi. Karena ada banyak penulis yang setelah mengirim 3-4 naskah baru diterima. Untuk mengirim cerita, kirimnya dalam bentuk jili dan rapi agar mudah saat dibaca oleh editornya.”
Di acara ini, hadir juga Kak Shahnaz Haque, mewakili public figure yang peduli akan pendidikan dan bacaan anak-anak. Kak Shahnaz menyampaikan pidato pembukaan yang sangat menarik, lho. Kak Shahnaz menyampaikan bahwa siapa pun bisa menjadi penulis, asal tahu bagaimana cara memunculkan idenya sesuai tipe individu, ada yang bertipe visual, gerak, atau bahasa. Yang lebih penting adalah menambah kekayaan batin dengan cara bergaul dengan berbagai karakter dan latar belakang. Kekayaan batin dapat memperkuat isi tulisan.”
Salah satu bagian yang paling menarik di acara ini ialah pemberian KPCI Awards yang diberikan oleh Kak Shahnaz. Award ini diberikan kepada tiga penulis KKPK yaitu Alya Nabila (penulis buku KKPK terlaris 2009, buku pertamanya Senyum Monalisa terjual sebanyak 11.000 eksemplar), Ayunda Nisa Chaira (penulis KKPK terproduktif 2009—menulis 4 buku di tahun 2009), dan Dewantara Soepardi (penulis KKPK termuda yaitu 6 tahun). Namun, Dewa tidak bisa hadir di acara ini karena sedang menjalani perawatan di Hongkong, sehingga diwakili oleh Kak Ramadhan.
Ada pula peluncuran seri baru Pink Berry, yaitu seri untuk menampung karya penulis KKPK yang sudah berusia diatas 12 tahun. Ada 4 judul seri Pink Berry yang siap diluncurkan pada Desember 2009, yaitu Safe Secret Deposit Box (Sri Izzati), Girls (Dienda Sarteka), Best Friend (Sekar), dan Sir Junior (Donna Nadira).
Acara lain adalah peluncuran logo baru KKPK. Logo baru KKPK adalah seperti ini.
Selain itu, ada peluncuran Bulletin KKPK. Cerpen yang dikirim ke penerbit Mizan dan dianggap terlalu pendek akan dikumpulkan di Bulletin KKPK.
Menurutku, bagian yang paling menarik adalah Book Signing. Kita bisa meminta tanda tangan langsung dari penulis-penulis KKPK. Di acara ini, aku bertemu penulis-penulis KKPK seperti Yunda, Qonita, Salma, Alya, Kak Prita, Mayra, dan yang lainnya.
Aku mempunyai mengalaman menarik di acara ini. Aku duduk di antara dua penulis, Amira dan Mayra! Senang sekali rasanya. Lalu, saat acara sudah hampir selesai, aku diajang mengobrol oleh Mayra.
Yang aku kurang suka dari acara ini adalah penulis KKPK-nya hanya tampil-tampil saja. Maksudku, mereka tidak ditanya-tanya tentang pengalamannya menerbitkan buku, atau sebagainya. Tetapi, kita tetap bisa mendengarnya di KKPK On Air yaitu di 103.4 FM.
Nah, untuk teman-teman yang ingin hadir di JKPCI tahun ini, masih ada lagi, syarat-syaratnya adalah:
* Siswa/siswi yang duduk di bangku kelas 3 s.d. 6 SD.
* Siswa/siswi yang sudah pernah memiliki karya yang dipublikasikan baik berupa cerpen, puisi, esai, ilustrasi atau gambar yang dimuat di media cetak nasional, daerah atau media cetak di lingkungan terbatas dan bukan karya yang dimuat di majalah dinding sekolah.
* Jika siswa/siswi belum memiliki karya yang pernah dipublikasikan, calon peserta harus memiliki naskah cerpen atau novel minimal 50 halaman dengan ukuran A4.
* Hasil karya diserahkan pada saat registrasi dalam bentuk print out.
* Siswa/siswi tersebut direkomendasikan sebagai utusan sekolah di mana siswa/siswi tersebut sekolah.
* Jika siswa/siswi tersebut tidak direkomendasikan oleh sekolah, namun ingin mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia II, maka calon peserta tersebut wajib memenuhi persyaratan 1-3.
Nah, untuk teman-teman... ayo kita berkarya melalui tulisan dan jadi salah satu dari bagian Penulis KKPK!
Tulisan ini dapat juga ditemukan di http://www.adebunga.multiply.com/journal/item/158

